Etika Percakapan dengan si Dia

Jakarta – Percakapan atau perbincangan dengan si dia sangatlah penting karena menjadi media untuk mengenal satu sama lain lebih jauh, berbagi pengalaman dan informasi. Di dalam melakukan percakapan, ada etika-etika yang harus dijaga agar percakapan nyaman. Berikut ini etika yang tidak boleh dilanggar dalam percakapan.

Mengubah Topik Menjadi Anda Sukai
Dalam sebuah percakapan tentunya ada sebuah topik yang dibahas. Saat topik tersebut sedang seru-serunya dibahas, janganlah Anda mengubah arah percakapan menjadi topik yang Anda sukai.

Setiap orang mempunyai topik favoritnya masing-masing. Memaksakan kehendak agar topik yang Anda sukai dibahas bukanlah hal yang baik. Apalagi jika topik yang dibahas hanya Anda saja yang mengerti. Biarkan percakapan mengalir secara natural hingga topik yang dibahas selesai dan barulah Anda membuka topik baru yang Anda sukai.

Mengecek Ponsel
Sangat jelas bahwa teknologi memudahkan manusia untuk beraktivitas. Sayangnya dalam sebuah percakapan sering kali teknologi menjadi perusak suasana.

Adalah ponsel yang sering kali melakukan hal tersebut. Baik sebuah panggilan, e-mail, SMS, BBM masuk atau hanya sekedar mengeceknya dapat mengalihkan perhatian Anda saat sedang melakukan percakapan.

Hal tersebut sering kali membuat Anda atau si dia lupa sampai mana percakapan yang sudah dilakukan. Lebih buruknya lagi, si dia merasa tidak dihargai karena kebiasaan Anda mengecek ponsel.

Jika Ada nada dering yang menandakan adanya panggilan, e-mail, SMS atau BBM masuk, sebaiknya Anda menghentikan percakapan sejenak dengan mengatakan “sebentar ya” pada si dia daripada langsung mencari-cari ponsel. Jika panggilan, e-mail, SMS atau BBM masuk tersebut bukan hal yang darurat, maka lanjutkan percakapan dengan mengatakan “maaf” terlebih dahulu. Jangan lupa untuk mengubah profil ponsel menjadi ‘silent’ agar tidak mengganggu percakapan dengan si dia.

(af1/fer) Sumber

Bagian 2

Jakarta – Mengubah topik percakapan menjadi yang Anda sukai dan mengecek ponsel merupakan beberapa hal yang harus ditinggalkan saat melakukan percakapan dengan si dia. Masih ada beberapa etika lagi yang harus dipatuhi agar percakapan Anda dengan si dia tetap menyenangkan.

Tidak Fokus
Hal penting yang harus selalu diperhatikan adalah untuk tetap fokus pada percakapan. Khususnya saat percakapan dengan berhadapan di sebuah meja restoran dalam sebuah kencan.

Hal-hal yang sering membuat seseorang tidak fokus adalah pikiran yang melayang dan mata tertuju pada objek yang menarik. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya jangan mengalihkan pandangan Anda pada si dia atau lihatlah objek-objek disekitar meja Anda.

Mintalah maaf jika si dia menyadari bahwa Anda tidak benar-benar mendengarkannya. Jangan lupa memberikan alasannya. Momen ini juga baik untuk melihat reaksinya terhadap Anda.

Memonopoli Percakapan
Anda mungkin mempunyai banyak hal yang Anda anggap seru untuk dibahas, namun bukan berarti Anda bisa memonopoli percakapan. Berbicara tanpa henti hanya akan membuat si dia berpikir bahwa Anda adalah wanita yang cerewet, suka pamer, mementingkan dirinya sendiri dan tidak peduli dengan orang lain.

Anda tentunya tidak ingin dianggap seperti itu oleh si dia, bukan? Oleh karena itu, berikan ia kesempatan untuk berbicara, sekedar berpendapat atau menceritakan harinya. Mulailah dengan bertanya bagaimana harinya, kondisi kantornya atau kegiatannya yang lain.

Menyelak
Tidak ada yang lebih tidak sopan dari menyelak perbincangan. Anda tidak berada pada sebuah adu argumentasi, jadi tidak usah menyelak perbincangan. Biarkan si dia selesai berbicara, barulah Anda membalasnya.

Berbicara dari Kursi
Saat Anda sedang makan di sebuah restoran bersama sahabat dan kebetulan bertemu si dia, maka berdirilah saat ia menghampiri Anda. Berbicara sambil duduk dan membiarkannya berdiri bukanlah hal yang baik.

Jika Anda pikir perbincangan ini akan panjang, maka tawarkanlah kursi kosong di samping atau di depan Anda. Jangan lupa mengenalkan sahabat Anda agar suasana semakin cair. Momen ini juga sebagai kesempatan untuk sahabat Anda menilai si dia dari sudut pandangnya.

(af1/fer) sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s